Muqaddimah

Alhamdulillah Syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan kita hambaNya berbagai kenikmatan yang mustahil dapat dihitung jumlahnya. Shalawat dan Salam Atas Nabi Muhammad SAW, semoga kita diakui menjadi ummatnya dan mendapat syafa'at di hari kiamat insyaAllah. Inilah sisi lain dari Jihad, jihad yang digambarkan Al Quran dengan dua cara "Bil-Amwal" dan "Bil-Anfus". Mendedikasikan Waktu, tenaga, pikiran dan perasaan untuk menjalankan Dakwah dan Tarbiyah Islamiyah adalah bagian penting dari proses "Jihad" itu sendiri. Semoga Allah Meridho'i Niat dan Amal Perbuatan kita, tetap Istiqomah, Amanah seraya tidak melupakan Muhasabah di setiap detik dan kesempatan.
(Untuk Pendamping hidupku :Farida Shafwatun Nisa, dan Ketiga Permata hatiku :Faiq Afiful Azam, Wafa Zirwatul Husna & Wifa Zaniratul Haura)

Senin, 17 September 2012

JANGAN MENENTANG KETENTUAN ALLAH

Kota Mekah mencekam, embargo sosial ekonomi yang dilancarkan kabilah-kabilah quraiys terhadap kabilah bani Hasyim dan bani Mutholib telah mencapai stadium akhir, situasi sosial ekonomi bani hasyim dan bani Muthalib saat itu telah menduduki posisi Darurat, bagaimana tidak embargo sosial ekonomi yang dilancarkan kabilah-kabilah Qurays telah melanda kabilah bani Hasyim dan bani Mutholib selama hampir tiga tahun lamanya, tak ada makanan yang boleh dijual kepada kedua kabilah tersebut, tak ada minuman, tak ada pakaian, tak ada susu dan tak ada satu kabilahpun yang boleh berinteraksi dan mendekati kedua kabilah tersebut.
Embargo sosial ekonomi ini adalah akibat dari pembelaan bani Hasyim dan bani Mutholib terhadap anak saudara mereka Muhammad ibnu Abdullah yang membawa Agama Islam, beserta aturan dan ketentuannya, kesemuanya itu tidak disukai oleh sebahagian besar kafir qurays, mereka beranggapan bahwa agama ini hanyalah agama yang akan merusak tatanan sosial mereka, agama ini hanyalah agama yang akan menjadikan mereka miskin, kehilangan jabatan dan kedudukan, untuk itulah para kafir qurays berusaha sekuat mungkin untuk menghalangi Muhammad dan sahabat-sahabatnya dalam menyebarkan agama ini, termasuk bahagian dari usaha tersebut adalah embargo sosial ekonomi yang mereka lancarkan selama kurang lebih tiga tahun.
Hasilnya...? cukup efektif untuk membuat Muhammad dan Sahabatnya kelaparan hingga beliau dan para sahabatnya memakan dedaunan dan rumput, memakan kulit unta yang sudah kering dengan cara merebusnya. Namun usaha ini sama sekali tidak efektif untuk membuat Muhammad Rasulullah dan para sahabatnya bergeser dari aturan dan ketentuan Allah apalagi bergeser untuk meninggalkan agamaNya.
Ekonomi Amerika Serikat goncang, pengaruhnya berimbas ke hampir seluruh negara di Dunia termasuk Indonesia, Bayangan Krisis Moneter jilid 2 pun menambah ketakutan pengelola Negara ini, Pada penutupan jual beli mata uang tadi malam harga rupiah terhadap dolar Amerika ditutup dengan angka Rp.9860/dolar amerika, banyak investor menjerit dan menarik sahamnya, banyak pengusaha putus asa dan menutup usahanya, pedagang asongan hingga pedagang kelas grosir pun merasakan dampak krisis global yang saat ini sedang melanda dunia. Amerika ambruk dengan segala konsep ekonominya, eropa meradang tak sanggup menanggulangi hantaman gejolak krisis yang menurut para pakar jauh lebih hebat daripada gejolak ekonomi Amerika-Eropa tahun 1930 yang terkenal dengan sebutan  Great Depression.
Perusahaan Nasional dan Multi nasional banyak yang tidak mampu melanjutkan usahanya, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pun meradang hingga muncul istilah Buy Back, yaitu Badan Usaha Milik Negara yang selama ini sebahagian sahamnya dimiliki oleh swasta dibeli kembali oleh negara dengan menyediakan anggaran 10 Trilliun untuk pembelian kembali saham BUMN tersebut.
Di Amerika sebagai pusat sentra Ekonomi dunia mengharuskan pemerintahnya untuk mengucurkan dana senilai 700 miliar dolar AS atau setara dengan 7000 triliun rupiah jika dikonversikan dengan mata uang rupiah kita hanya untuk menyelamatkan pasar keuangan AS yang belum dapat dipastikan kepulihannya, di Jerman pemerintahnya buru-buru membuat kebijakan menjamin tabungan warganya dengan nilai 782 miliar dolar AS yang diikuti oleh pemerintah Indonesia yang menjamin keberadaan Simpanan di bank hingga nilai simpanan Rp.1 miliar, hal ini dimaksudkan agar tidak terjadi penarikan uang dari Bank secara besar-besaran yang dampaknya akan mengganggu stabilitas pasar uang dan perekonomian.
Seorang ahli hikmah bernama Luqmanul Hakim, yang namanya tercantum didalam Al-Qur-an, memberikan 6 nasehat kepada anaknya
  1. Jangan Sekutukan Allah
  2. Berbakti kepada kedua Orang tua
  3. Mendirikan Sholat
  4. Amar Ma’ruf & Nahi Mungkar
  5. Jangan berjalan diatas bumi dengan sombong
  6. Sederhana dalam melangkah dan merendah dalam berbicara
Nasehat yang tertulis lengkap dalam Surah Luqman ayat 12 s/d 19 ditegaskan Allah sebagai aturan dan panduan hidup bukan hanya bagi Luqman dan anaknya secara pribadi namun lebih mengarah bagi seluruh ummat manusia.
Pertanyaan yang muncul adalah :
Mengapa lahir banyak pakar ekonomi namun indikasi perekonomian dunia tidak semakin membaik.?, masih begitu banyak negara-negara yang penduduknya hanya memiliki penghasilan perkapita tak lebih dari 100 dolar yang apabila dikonversikan kedalam nilai rupiah hanya berkisar 950 ribu.
Jawabannya adalah : Kita tidak lagi mengikuti ketentuan Allah sebagai konseptor dan pencipta tunggal Alam  ini, kita tidak lagi melibatkan Allah dan aturan-aturanNya dalam setiap keputusan dan ketentuan yang kita buat, kita beranggapan Amerika dan Eropa adalah satu-satunya kiblat perekonomian kita, hingga secara reaktif dan pemahaman buta kita adopsi seluruh sistem perekonomian Kapitalis Amerika dan Eropa, Sistem yang menjadikan pasar sebagai pengatur ekonomi dan bukan Negara, kita ikuti prinsip dasar ekonomi : “Dengan modal sekecil-kecilnya untuk mendapatkan keuntungan yang sebesar-besarnya”, sehingga yang terjadi adalah monopoli pasar, hanya pemilik modal besar sajalah yang bisa memiliki usaha, Usaha-usaha kecil sulit mendapat kucuran modal padahal memiliki potensi besar, Usaha-usaha besar diberikan kucuran modal berlimpah padahal rentan mengalami kredit macat alias tidak bisa bayar hutang,  kita ikuti aturan permainan jual beli dan transaksi berbasis riba ala mereka, kita kesampingkan hukum dan aturan ekonomi dan jual beli ala islam, kita abaikan moralitas dan etika dalam pengelolaan dan pengembangan ekonomi, padahal Allah Swt berfirman :

Apakah hukum Jahiliyah yang mereka kehendaki, dan (hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin  (Q.S.Al-Maidah : 50)

Allah SWT telah melarang dan mengingatkan kita untuk tidak berhukum kepada selain hukum Allah, tidak mencari hukum selain hukum yang telah ditetpkan Allah dan tidak menjadikan orang-orang yang tidak beriman kepada Allah sebagai contoh, sebagai panutan apalagi mengikuti sistem dan aturan yang mereka buat, Dalam ayat selanjutnya Allah berfirman

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. barangsiapa diantara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, Maka Sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim. (Q.S.Al-Maidah : 51)

Sistem Perekonomian Kapitalis dan transaksi jual beli dengan sistem riba bukan saja warisan kesalahan sistem Ekonomi Adam smith, walau kebanyakan buku tentang Ekonomi Kapitalis dan transaksi jual beli ditulis oleh Adam Smith, Ekonomi Kapitalis telah ada sejak jaman Nabi Musa, bahkan pelaku utama nya adalah sepupu Nabi Musa yang bernama Qarun, Qorun adalah konglomerat kaya, pengusaha besar yang menjalankan prinsip perkonomian berdasarkan pada keserakahan, pengerukan keuntungan semata, menguasai kekayaan dengan berbagai cara : Riba, Ghurur, Maysir dan mengesampingkan moralitas dan etika.
Jumlah kekayaan Qarun saat itu jauh melampaui orang-orang disekelilingnya, hingga kunci gudang kekayaannya harus diangkat oleh orang-orang yang memiliki kekuatan fisik yang luar biasa, Qorun adalah orang tekaya dijamannya yang tiada halang tandingnya, ia menganggap apa yang didapatnya adalah hasil jerih payahnya, pola pikir ini menyeretnya semakin jauh dari ajaran agama, agama ia anggap tidak memiliki Korelasi (hubungan) sama sekali dengan ekonomi, ironisnya kekayaan dan kemewahan yang diraih Qorun mendapat apresiasi dan perhatian dari masyrakat sekelilingnya, orang-orang disekelilingnya beranggapan kekayaan dan kemewahan tersebut adalah titik tolak keberhasilan, semua orang menginginkan menjadi seperti Qorun, hingga mereka meniru langkah dan cara Qorun dalam mendapatkan harta dan kekayaan, hasilnya Sistem, aturan dan Sekularisme Qorun menjadi Variabel (bukti) kemajuan ekonomi.
Tapi Qorun tetaplah Qorun, seorang Manusia tamak dan serakah, Seorang contoh manusia yang tidak lagi melibatkan Allah dalam setiap kehidupannya, Contoh manusia yang coba membuat sistem, aturan dan ketentuan sendiri tanpa mengindahkan hukum dan ketentuan Allah, akhirnya Allah benamkan Qorun beserta hartanya kedalam perut bumi tanpa ada yang bisa menolongnya.
Banyak contoh dan cerita mengenai kegagalan manusia dalam menjalankan sistem dan aturan yang jauh dari sistem dan aturan Allah, Yunani sistem liberal dalam kehidupannya menghempaskan Negara berperadaban maju pertama didunia tersebut kelevel terbawah, Romawi, imperium besar yang pernah menguasai 1/3 dunia ini, akibat keangkuhan dan kesombongannya terhadap pemeluk agama Allah, hancur dan binasa, Persia negara besar yang akhirnya kandas karena sistem kenegaraannya tidak mengindahkan moral dan etika, juga Uni Sovyet negeri adidaya yang merupakan rival Amerika itu harus runtuh dan berevolusi menjadi negeri-negeri kecil akibat sistem perekonomian sosialis dan komunis yang dianutnya jauh dari hukum dan aturan Allah.
Saat ini Amerika dan Eropa sudah mulai diingatkan akan sistem dan aturan menentang Allah yang mereka jalankan, akankah kedua Imperium besar yang mampu menentukan dan mengatur kebijakan ekonomi dunia menjadi contoh berikutnya? Akankah kita akan terus menerus mengikuti aturan dan sistem yang mereka jalankan, padahal telah terbukti sistem kapitalis berbasis maysir, ghurur dan riba tersebut tidak mampu menjadi sistem ekonomi yang kuat dan terbukti tidak mampu mensejahterkan penduduk dunia, tidakkah kita berfikir untuk beralih mengikuti sistem ekonomi Rasulullah yang terbukti mampu mensejahterkan penduduk Madinah, mensejahterekah Masyarakat dibawah Naungan Bani Ummayyah dan Abbasiyah?.
Diakhir tulisan yang singkat ini penulis ingin menegaskan bahwasanya tidak ada yang mampu bertahan dimuka bumi ini tanpa mengikuti aturan dan ketentuan yang telah ditetapkan Allah dan Rasulnya, walau embargo dan krisis ekonomi-sosial dalam cerita diatas menerpa Rasulullah dan para sahabatnya namun karena Rasulullah dan para sahabatnya mengikuti aturan dan ketentuan Allah tidak menyebabkan kemunduran islam bahkan efeknya adalah kebangkitan islam yang signifikan hingga bertahan sampai sekarang.
Semoga Allah memberi petunjuk kepada kita amin :

barangsiapa tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah, Maka mereka itu adalah orang-orang yang fasik (Q.S.Al-Maidah : 47)


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...