Muqaddimah

Alhamdulillah Syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan kita hambaNya berbagai kenikmatan yang mustahil dapat dihitung jumlahnya. Shalawat dan Salam Atas Nabi Muhammad SAW, semoga kita diakui menjadi ummatnya dan mendapat syafa'at di hari kiamat insyaAllah. Inilah sisi lain dari Jihad, jihad yang digambarkan Al Quran dengan dua cara "Bil-Amwal" dan "Bil-Anfus". Mendedikasikan Waktu, tenaga, pikiran dan perasaan untuk menjalankan Dakwah dan Tarbiyah Islamiyah adalah bagian penting dari proses "Jihad" itu sendiri. Semoga Allah Meridho'i Niat dan Amal Perbuatan kita, tetap Istiqomah, Amanah seraya tidak melupakan Muhasabah di setiap detik dan kesempatan.
(Untuk Pendamping hidupku :Farida Shafwatun Nisa, dan Ketiga Permata hatiku :Faiq Afiful Azam, Wafa Zirwatul Husna & Wifa Zaniratul Haura)

Senin, 02 April 2012

SERUPA TAPI TAK SAMA



SERUPA TAPI TAK SAMA

Pagi itu Lapangan Pegangsaan timur Jakarta telah dipenuhi beberapa orang penting terutama dari Unsur Pemuda yang cinta kepada Bangsa dan Negara ini, tak lama berselang dua sosok Pemuda yang telah dinantikan muncul dengan menggunakan pakaian serba putih berkopiah hitam,
tegak mantap menatap para hadirin yang terpaku, tegang, hening menunggu apa yang terjadi setelah itu, Bendera Kebangsaan “Sang Merah Putih” pun dikibarkan dengan Iringan lagu Indonesia Raya dengan Ritme cepat dan Mantap, sesaat setelah itu sang Pemuda membuka lembaran tulisan yang telah diketik sehari sebelumnya dan Mulai Membaca dengan nada datar namun tegas, Sorak Gembira dan Tepuk tanganpun memenuhi lapangan Usai dibacanya lembaran Tulisan oleh Pemuda berpakaian Putih dan berkopiah hitam tersebut. Sejarah mencatat 2 orang Pemuda tadi adala Ir.Soekarno dan Muhammad Hatta, dan tulisan yang dibacakan tadi adalah Teks Proklamasi.

Cerita diatas adalah cerita 66 Tahun yang silam dimana Rakyat Negeri ini bersorak dan berteriak Gembira Mendengar Proklamasi yang dibacakan dua orang Pemuda Bernama Soekarno dan Hatta, Semua telinga merapat kesetiap corong radio yang ada dinegeri ini, setiap dada berdegup dan berdesir hebat mendengarkan aksi berani ini, setiap jiwa sadar dan mengerti akan makna Proklamasi ini, ya maknanya adalah ikrar akan sebuah kemerdekaan yang telah lama diidam-idamkan, ikrar akan kebebasan dari penjajahan bangsa-bangsa yang telah menjajah Indonesia selama lebih dari 350 tahun, dan Ikrar inilah yang memaksa Para Penjajah harus melangkahkan kakinya hengkang dari Negara ini, dan ikrar ini pulalah yang memaksa Mata dunia Terbuka dan mengakui kedaulatan Bangsa kita.
Namun itu adalah peristiwa 66 tahun yang lalu, peristiwa yang telah berlalu lebih dari setengah abad, Peristiwa besar yang mencerminkan besarnya Bangsa kita, bangsa yang punya marwah, wibawa dan tekad yang kuat untuk terbebas dari belenggu penjajahan, namun bisakah kita menjaga kemerdekaan ini ?

Disaat Indonesia Merdeka 66 Tahun yang lalu Masih begitu banyak Bangsa yang bernasib tak lebih baik dari Nasib Bangsa kita, Jepang misalnya pada saat yang sama mengalami kehancuran 2 kota utamanya bernama Nagasaki dan Hiroshima akibat Bom atom yang dijatuhkan oleh Amerika dan Sekutunya, Malaysia pada saat yang sama masih merasakan penjajahan oleh Inggris, Vietnam pada saat yang sama masih mengalami Invasi Militer dari Amerika, Brunai dan Singapura belum Juga mendapatkan Kemerdekaan dari Inggris, Filipina masih dilanda perang saudara demikian pula dengan bangsa-bangsa lainnya.

Namun demikian mari kita lihat kenyataan yang ada saat ini, setelah 66 Tahun, saat ini Jepang menjadi Negara Super Power yang menguasai Pasar Ekonomi dan Teknologi terbesar kedua setelah Amerika, Jepang juga dijuluki sebagai Macan Asia, Malaysia setelah 66 tahun tak lagi dapat disebut sebagai Negara berkembang namun telah menjadi Negara Maju baru yang disebut dengn “Neo State Progressif” yang diistilahkan dalam bahasa kita dengan Negara Persemakmuran yang hampir menyamai negara-negara Maju lainnya, Vietnam walau masih dinyatakan sebagai Negara Miskin namun angka penganggurannya relatif kecil dibawah angka 5% dan yang menarik dari Negara ini adalah Swa Sembada pangannya yang merata diseluruh Negeri, hingga Negara ini mampu mengekspor ribuan Ton beras keberbagai Negara termasuk ke Indonesia, Brunai negara kecil yang besarnya tak lebih dari ½ Provinsi Sumatera Utara, Namun negara ini juga telah menjadi Negara Persemakmuran seperti Malaysia, Aman dari perseteruan domestik maupun luar negeri, Singapura pun demikian Negara Liliput ini, disebut Liliput Karena Negara ini tak lebih besar dari Pulau Bali, Begitu pesat kemajuannya, Negara yang terdiri dari batu-batu cadas dan tidak memiliki sumber daya alam ini mampu menjadi Negara Maju dan berekonomi kuat.

Mari Kita simak Firman Allah SWT dalam Surat  An-Nuur 55, Allah berfirman :
Dan Allah Telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa dia sungguh- sungguh akan menjadikan mereka berkuasa dimuka bumi, sebagaimana dia Telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang Telah diridhai-Nya untuk mereka, dan dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka dalam ketakutan menjadi aman sentausa. mereka tetap menyembahku-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku. dan barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, Maka mereka Itulah orang-orang yang fasik. ( Q.S.An-Nuur : 55 )

Mari kita renungkan sejenak ayat Allah diatas, Allah berjanji akan menjadikan kita berkuasa dimuka Bumi sebagaimana berkuasanya orang-orang sebelum kita dan Allah juga berjanji untuk menukar ketakutan kita menjadi aman sentausa, lalu apa hubungannya dengan keadaan Bangsa kita?
Mari kita simak dan renungkan, Kemerdekaan Bangsa Indonesia bukan lah Hadiah yang diberikan para penjajah, Kemerdekaan kita adalah Murni atas berkat Rahmat Allah dan Keinginan Luhur dari para pejuang-pejuang kita sebagaimana yang termaktub dalam prembule UUD 45, intinya Kemerdekaan ini hanya dapat dicapai oleh orang-orang yang beriman dan Jihad fi Sabilillah, lihatlah Kobaran Jihad Bung Tomo, Keuletan Jendral sudirman, Ketabahan Sutan Syahrir, Kelihaian Muhammad Roem, Kecerdasan Sayuti Malik sebagai konseptor sekaligus pengetik Naskah Proklamasi, Keberanian Soekarno-Hatta tampil Membacakan teks Proklamasi yang menjadi momentum awal lahirnya Bangsa Indonesia, kesemuanya ini adalah orang-orang beriman kepada Allah dan memiliki Niat yang tulus demi terwujudnya Bangsa إني.

Keimanan dan Niat yang tulus inilah yang mengantarkan Bangsa ini menjadi Bangsa yang merdeka.
Allah telah memberikan kekuasaan kepada Bangsa Indonesia, dengan memberi kemerdekaan dan Menguasai Bangsanya sendiri, Allah juga telah menepati janjinya memberikan ketenangan setelah sekian lamanya kita dirundung ketakutan akan peperangan, Lantas mengapa setelah 62 Tahun Indonesia masih tertinggal dengan Negara-negara yang lebih akhir merdeka? Apakah kemerdekaan dan Ketenangan kita selama ini tidak bisa menjadikan kita makmur?

Jawabnya adalah Firman Allah SWT dalam surat Ar-Ra’du ayat 11, Allah SWT berfirman :
Sesungguhnya Allah tidak merobah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merobah keadaan[768] yang ada pada diri mereka sendiri. dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, Maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia. ( Q.S.Ar-Ra’du : 11 )

Ada cerita menarik dari Buku Fulfilling Life karya Palindungan Marpaung, diceritakan tentang cerita seorang anak yang menolong seekor Kupu-kupu keluar dari kepompongnya, namun apa yang terjadi? Ternyata kupu-kupu yang ditolong tadi tidak dapat terbang karena kecilnya sayap dan besarnya badan si Kupu-kupu ini, hal ini disebabkan pertolongan anak yang menggunting kepompong untuk mengeluarkan kupu-kupu sebelum waktunya, padahal sempitnya kepompong itulah yang akan memeras cairan tubuh kupu-kupu hingga berpindah kesayap sehingga tubuhnya menjadi kecil dan sayapnya menjadi besar.

Cerita ini menambah khazanah pemikiran kita, bahwa diri kitalah yang mampu merubah hidup kita dan bukan orang lain, Negara ini pun akan berubah dan melangkah menjadi maju bila kita Generasinya mau merubah diri  untuk menjadi maju :
•    Bukankah kita masih lebih suka duduk di warung kopi daripada duduk dimajlis Ilmu?
•    Bukankah kita masih lebih suka membicarakan Kekurangan orang lain ketimbang membicarakan kemajuan yang bisa kita lakukan?
•    Bukankah kita masih sering mengolok-olok orang yang berbuat baik, daripada merencanakan kegiatan positif yang bisa membuat kita maju?
•    Bukankah kita masih sering mengambil yang bukan milik kita ketimbang membuat sesuatu untuk dinikmati bersama?

Dan Bangsa ini pun tidak akan menjadi Bangsa yang Maju bila anak bangsanya tidak berkeinginan untuk maju, maka walaupun kita sama-sama merdeka dengan bangsa lainnya namun Hasil yang kita peroleh tidaklah serupa dengan Bangsa-bangsa lainnya.

Dalam buku terbaru yang berjudul The True Power of Water, Masaru Emoto Pengarang Buku tersebut menyebutkan sebuah Kalimat indah : ”Untuk mengetahui sesuatu harus dari dimulai dari mengetahui diri sendiri, untuk memahami sesuatu harus dimulai dari memahami diri sendiri”, artinya segala perubahan dan kemajuan baru akan muncul dan terlihat setelah kita merubah dan memajukan diri kita terlebih dahulu.
Di akhir tulisan yang singkat ini penulis menyampaikan agar kita sebagai anak bangsa ini tidak terus terlena dengan kemerdekaan dan ketenangan yang kita nikmati selama ini, bukankah kupu-kupu yang cantik bisa menjadi cantik karena usaha kerasnya keluar dari kepompong?, Jadi Usaha kitalah yang menjadikan kita berbeda dengan Bangsa-bangsa lainnya, semakin keras usaha kita umtuk maju maka semakin tinggilah tingkat kemajuan yang kita raih.

Dan janganlah kita terlena dengan berbagai keindahan hiasan dan aneka macam kegiatan yang mengisi Hari Kemerdekaan ini, karena itu adalah kulit dan Bukan Isi, Ingatlah Bahwa balon Udara akan terbang tinggi Karena Isinya dan bukan karena Indahnya Warna, Mari bersama Maju membangun bangsa, luruskan Niat, Bulatkan Tekad, Mantapkan segala Usaha. Mudah-mudahan Allah SWT menjadikan kita bangsa yang Beriman, beramal Sholeh dan menjadi Bangsa yang Maju amin Ya Rabbal ’Alamin’

(yaitu) bagi siapa di antaramu yang berkehendak akan maju atau mundur[1529].Tiap-tiap diri bertanggung jawab atas apa yang Telah diperbuatnya,
[1529]  yang dimaksud dengan maju ialah maju menerima peringatan dan yang dimaksud dengan mundur ialah tidak mau menerima peringatan. (Q.S.Al-Mudatsir : 27-28)


1 komentar:

  1. Tak sama org yg diam dgn org yg berbicara kebenaran, tak sama org yg buta dengan org yg melihat ayat2 Allah, tak sama org jujur dgn org yg mendustakan ayat2 Allah, tak sama penghuni surga & penghuni neraka....dimanakah kita?

    BalasHapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...