Muqaddimah

Alhamdulillah Syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan kita hambaNya berbagai kenikmatan yang mustahil dapat dihitung jumlahnya. Shalawat dan Salam Atas Nabi Muhammad SAW, semoga kita diakui menjadi ummatnya dan mendapat syafa'at di hari kiamat insyaAllah. Inilah sisi lain dari Jihad, jihad yang digambarkan Al Quran dengan dua cara "Bil-Amwal" dan "Bil-Anfus". Mendedikasikan Waktu, tenaga, pikiran dan perasaan untuk menjalankan Dakwah dan Tarbiyah Islamiyah adalah bagian penting dari proses "Jihad" itu sendiri. Semoga Allah Meridho'i Niat dan Amal Perbuatan kita, tetap Istiqomah, Amanah seraya tidak melupakan Muhasabah di setiap detik dan kesempatan.
(Untuk Pendamping hidupku :Farida Shafwatun Nisa, dan Ketiga Permata hatiku :Faiq Afiful Azam, Wafa Zirwatul Husna & Wifa Zaniratul Haura)

Minggu, 08 April 2012

MARI BERUBAH BUKAN MENYERAH


Mari Berubah Bukan Menyerah

Denting Suara pedang bercampur dengan teriakan kematian menambah kengerian suasana perang melawan Imperium besar yang berkuasa saat itu ”ROMAWI” itulah nama Imperium besar yang nyaris tak terkalahkan,
dan menguasai hampir dua pertiga wilayah permukaan bumi ini. Rasulullah SAW berwasiat kalau perang ini dipimpin oleh Zaid bin Haritsah, jika Zaid bin Haritsah Gugur maka digantikan oleh Ja’far bin Abi Thalib  , bila Ja’far bin Abi Thalib  gugur maka digantikan Oleh Abdullah Ibnu Rowahah. Wasiat ini hanya sampai disini, tonggak kepemimpinan yang diwasiatkan Rasulullah hanya sampai pada pundak Abdullah Ibnu Rowahah.

Namun kenyataan perang menjadi berbeda disaat satu persatu panglima perang tewas ditangan Musuh, Zaid bin Haritsah tewas dan kemudian digantikan oleh Ja’far bin Abi Thalib, yang kemudian juga tewas dan digantikan oleh Abdullah Ibnu Rowahah yang akhirnya juga tewas. Tonggak kepemimpinan terhenti, perang masih berlangsung, kagundahan dan kegalauan merasuki jiwa kaum muslimin saat itu, hati kaum musliminpun melemah, kepercayaan diri sedikit demi sedikit mulai hilang, ya..pasukan muslim saat itu diambang kekalahan.

Disaat yang begitu genting diantara gemuruh perang yang sedang berlangsung seorang Pemuda menerobos ketengah-tengah arena peperangan, mengangkat panji Islam yang hampir luruh ke Bumi, Meneriakkan Kalimat Tauhid ”Lailahaillah Muhammadurrasulullah”, sang Panglima Baru pun Menyuruh Kaum Muslimin untuk mundur, menyusun barisan , merubah siasat perang, mengatur strategi baru untuk kembali berperang dan akhirnya MENANG, Panglima itu adalah Kholid bin Walid yang bergelar  Saifullah, Cerita ini adalah sejarah perah Mu’tah antara Kaum Muslimin yang berjumlah 3.000 orang melawan Romawi yang berjumlah 100.000 orang, dan menurut sejarah  ini adalah perang terbesar yang memakan korban kaum muslimin.

Ketakutan, kehilangan kepercayaan diri dan gambaran jelas kekalahan adalah bentuk keputus asaan dan mati sebelum kematian sebenarnya, kalah dalam bilangan jumlah personil pasukan, kalah dalam kecanggihan dan kelengkapan persenjataan hampir saja menghancurkan pasukan Muslimin, akan tetapi ketakutan ini, ketidak percayaan diri ini mampu dirubah Panglima Kholid menjadi Keberanian, Percaya diri dan akhirnya berbuah KEMENANGAN, mengapa hal tersebut bisa terjadi?

PERUBAHAN, ya itulah kalimat pertama yang harus diucapkan disaat seseorang ingin benar-benar menjalani kehidupan, tak ada yang kekal, tak ada yang tetap, semua yang ada di Alam ini pastilah berubah, hanya Allah yang Baqo’ (kekal) dan tidak mengalami perubahan.

Saat kita dilahirkan mata kita masih terpejam, sedikit demi sedikit menjadi terbuka dan akhirnya sempurna penglihatan kita, saat itu kita pun hanya bisa berguling lalu merangkak, berjalan tertatih dan akhirnya berdiri dan berlari, bukankah kita telah mengalami perubahan disetiap fase kehidupan kita?, Perubahan bagi orang yang berfikir positif dan kreatif adalah sebuah keniscayaan yang harus dijalani dengan lapang dada dan pikiran terbuka, hal ini tak lepas dari keyakinan orang-orang yang sealu berfikir positif dan kreatif bahwa perubahan bukanlah bencana namun jalan tepat menuju keberhasilan, akan tetapi bagi orang yang berfikir negatif dan reaktif perubahan adalah sebuah bencana yang tidak pernah diinginkan kehadirannya, perubahan akan menggeser posisinya yang telah mapan selama ini, perubahan hanya akan membuat kerja baru, perubahan dianggap musuh bebuyutan yang harus dibunuh, perubahan demi perubahan hanya akan terlihat menyulitkan.

Allah SWT berfirman :
Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak merobah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merobah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, Maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia. (Q.S.Ar-Ra’du : 11)

Di depan sebuah Cover Buku berjudul CHANGE yang ditulis Oleh Guru Besar Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (FEUI) Rhenald Kasali tertulis :
Tak Peduli Telah berapa Jauh Anda Salah berjalan, Putar Arah anda sekarang Juga

PERUBAHAN adalah suatu keharusan dalam kehidupan, begitu, banyak orang sukses mengatakan, Perubahan dan Pembuat Perubahan pastilah akan datang dan ada untuk menguasai seluruh bangsa di Muka Bumi ini, Singapura Negara Kotor dan Kumuh setelah ditinggalkan Kolonial Inggris, Negeri ini tak memiliki Potensi SDM yang baik, sumber daya alamnya pun hanya padi, yang andaikata seluruh Singapura ditanami Padi maka padi singapura hanya mampu memberi makan 40.000 orang saja, namun Singapura berubah ditangan Lee Kwan Yeu menjadi Negara berekonomi Kuat dan saat ini termasuk Negara Terkaya di Asia.

Namun sebaliknya Romawi ditangan Kaisar Julius Agustus adalah Imperium besar yang menguasai bumi ini, namun karena tidak siap menerima perubahan dan akhirnya redup ditelan zaman karena tidak mampu untuk bersaing dengan Negara disekitarnya, Inggris dan Belanda dua Negara Kolonial yang pernah menjajah banyak Negara akhirnya harus tunduk dan kalah bersaing dengan Amerika yang saat ini menjadi negara Adi daya, Amerika pernah merajai dunia otomotif dunia dengan Mobil Ford dan Motor Harley Davidsonnya, saat ini harus mengakui keunggulan produk Jepang dengan berbagai merek Mobil dan Motornya, di Nusantara Perubahan juga melanda Kerajaan-kerajaan yang pernah eksis dan besar, Mataram Hindu misalnya, kerajaan Hindu terbesar yang pernah Ada berkuasa hingga sampai selat malaka dizaman raja Airlangga dan akhirnya harus tunduk ditangan Sriwijaya, Sriwijaya pun hancur oleh tekanan ekonomi perdangan china yang membenam Kerajaan Sriwijaya menjadi Kerajaan miskin, Kerajaan Singasari pun muncul dan berjaya ditangan Kartanegara dan akhirnya hancur dimasa pemerintahan Hayam Wuruk, Kerajaan Majapahitpun Muncul dan Jaya saat pemerintahan Raden Wijaya dan patihnya Gajah Mada, dan akhirnya terbenam dengan Keperkasaan Kerajaan Mataram Islam.

Demikian Perubahan dan Sang Pembuat Perubahan senantiasa ada dan muncul disetiap zaman dan sisi kehidupan.

PERUBAHAN bukan untuk dihindari tapi untuk dijalani, kegagalan seseorang dalam menjalani hidup adalah disaat orang tersebut tidak siap untuk menerima suatu perubahan.

Kehidupan yang berjalan dengan perubahan adalah kehidupan dinamis, optimis dan penuh harapan, tak ada yang mampu menghindar dari perubahan, Pimpinan, Guru, Orang Tua, Karyawan, Santri dll, semuanya pasti akan mengalami perubahan, Seorang Pimpinan harus membuat gaya kepemimpinan yang lebih variatif, tidak monoton karena yang dihadapinya juga bervariasi, seorang guru tidak hanya mengajar apa yang pernah didapat dan dipelajarinya namun harus mampu mengembangkannya karena Siswa yang ada saat ini tidak sama dengan siswa yang ada dimasa lalu, seorang karyawan harus mampu merubah cara bekerjanya agar lebih efektif, efesien dan tepat waktu sehingga mampu meningkatkan taraf pendapatannya, seorang siswa tidak terlena dengan apa yang sudah didapatnya namun harus berani berubah lebih kreatif, inovatif, tidak malu bertanya untuk mendapatkan sesuatu yang lebih dari apa yang didapatkannya saat ini.

Mari kita bermuhasabah, dengan melihat ciri-ciri pada diri kita, apakah kita termasuk orang yang berani berubah atau tidak, ciri-ciri orang yang mau berubah adalah Menurut Dr.Rhenald Kasali adalah sbb :
•    Kreatif ,  Mampu membuat sesuatu yang baru dan bernilai positif dan bermanfaat bagi sekeliling kita.
•    Objektif, berfikir jernih , jujur tidak menipu diri sendiri dan diri orang lain. mengakui kekurangan diri tanpa harus memolesnya dengan nilai-nilai kebaikan yang dibuat-buat.
•    Berfikir Positif, mampu memberi solusi dari setiap permasalahan tanpa menambah masalah baru.
•    Wawasan Luas, Penuh Ide Cemerlang
•    Idealis tidak mengikuti dan menyetujui perbuatan orang lain yang menyimpang.
•    Motivasi Tinggi, Energetik,dan tidak mudah menyerah

Adapun ciri-ciri orang yang sulit untuk berubah adalah Sbb:
•    Reaktif, selalu berkomentar sebelum mengerti, selalu marah sebelum memahami, selalu menyalahkan orang lain dan mencari kambing hitam.
•    Cepat Tersinggung
•    Mencurigai terhadap tindakan dan gagasan orang lain, beranggapan bahwa orang lain ingin menjatuhkannya, bahwa orang lain ingin mengunggulinya.
•    Wawasan Sempit, berfikir hanya apa yang akan terjadi hari ini tanpa berfikir apa yang terjadi besok, beranggapan apa yang diketahuinya adalah kebenaran dan yang diketahui orang lain adalah kesalahan.
•    Konservatif/Tertutup, tidak siap untuk berdiskusi, berdiaolog terhadap segala permasalahan yang ada.
•    Iri, Dengki, Cemburu dan selalu resah terhadap kesenangan yang didapat orang lain.

Masuk dalam kategori manakah diri kita?, apakah termasuk kedalam bagian orang-orang yang bisa berubah atau kedalaman orang yang sulit berubah?, tak ada kata terlambat untuk berbuat, tak ada kata telat untuk berubah, segala sesuatunya pastilah bisa dirubah, segala sesuatunya pastilah bisa diperbaiki, sampah yang menumpuk dan berbau busuk bisa didaur ulang untuk menghasilkan barang berharga dan bernilai tinggi, akankah diri kita yang dilengkapi dengan Akal dan tidak termasuk sampah tidak bisa dirubah?

Diakhir tulisan yang singkat ini, mari kita renungkan, bahwa sebenarnya Islam, indonesia bahkan Agama Islam ini tidak akan hancur karena tangan orang lain, namun kehancuran itu niscaya akan datang dari kita sendiri, datang dari kita yang tidak ingin berubah untuk menjadi lebih cerdas, dari kita yang tidak ingin berubah untuk lebih terbuka. Dari kita yang tidak mau berubah untuk lebih maju. Renungkanlah, ada tiga Jim yang bisa menghancurkan umat Islam ini
1.    Jahil (Kebodohan Aqal dan Akhlak)
2.    Jumud (Tertutup)
3.    Ju’ (Kelaparan)

Kebodohan akan menjadikan kita jumud, tidak terbuka dan hanya mendengar pendapat sendiri dengan mengabaikan pendapat orang lain, jika sudah demikian maka tak ada kemajuan yang dapat kita peroleh dan niscayalah kemiskinan dalam hidup kita yang akan mengantarkan kita pada kelaparan, dan kelaparan bisa mengantarkan kepada kekufuran,  ingatlah Rasulullah SAW bersabda :
” Hampir saja kemiskinan itu mejadi kekufuran”

Mari buka hati dan pikiran kita untuk menuju perubahan yang lebih baik, berubah dengan memulai dari sesuatu yang kecil, memulai dari diri sendiri dan yang terpenting dimulai dari sekarang, semoga Allah menuntun kita dan memberi solusi dari setiap permasalahan yang kita hadapi. Amin ya Rabbal ’alamiin.


1 komentar:

  1. Menyerah, pasrah dan kalah..Berupah, penuh Ghirrah dan barakah...
    sejauh apapun kita melangkah & salah...sebaiknya putarlah arah menuju kebenaran & jalan Allah..

    BalasHapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...